Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Rumah Ibadah, GPIB Menara Iman Bersama HFI, BPBD DKI, dan Damkar Gelar Pelatihan Rumah Ibadah Tangguh Bencana
JAKARTA, 17 Juli 2026 — Dalam upaya membangun budaya sadar bencana dan memperkuat mitigasi di fasilitas umum, GPIB Menara Iman Duren Sawit bekerja sama dengan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta menggelar Pelatihan dan Simulasi Kesiapsiagaan Rumah Ibadah Tangguh Bencana (RITB) pada 17–18 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh pengurus gereja, jemaat, perwakilan RT/RW, kader kesehatan, hingga pemuda setempat. Fokus utama kegiatan meliputi edukasi manajemen risiko bencana, sensitisasi GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi, hingga simulasi penanganan kebakaran serta teknik rescue.
Humanitarian Forum Indonesia (HFI) memegang peranan penting sebagai mitra strategis yang dipercaya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengawal dan mendorong Gerakan Rumah Ibadah Tangguh Bencana di seluruh Indonesia. HFI berkomitmen memastikan prinsip-prinsip kemanusiaan, kesiapsiagaan inklusif, dan kolaborasi antarlembaga dapat terwujud nyata hingga ke tingkat tapak di rumah-rumah ibadah.
Dalam sambutannya, bapak Basuki Rahmat selaku ketua Sub Kelompok Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta menegaskan pentingnya kewaspadaan warga Jakarta terhadap berbagai potensi ancaman bencana, termasuk banjir, kebakaran, hingga risiko gempa bumi. BPBD menilai bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis sebagai pusat komunikasi risiko bencana. Selain itu beliau juga mengapresiasi kontribusi nyata HFI yang secara konsisten memfasilitasi pendampingan RITB bersama BNPB dan BPBD DKI Jakarta.
“Rumah ibadah merupakan sarana yang sangat penting untuk menyampaikan komunikasi risiko. Apabila rumah ibadahnya tangguh, insyaAllah masyarakat di sekitarnya juga akan ikut tangguh. Jemaat umumnya memiliki kepatuhan tinggi terhadap himbauan tokoh agama,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Jemaat GPIB Menara Iman, Bapak Eka Andri, menyambut hangat pelaksanaan program ini. Pihaknya berharap pelatihan komprehensif ini mampu membekali jemaat dan warga sekitar dengan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPBD DKI, HFI, Damkar, dan seluruh pihak. Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya kesiapsiagaan. Semoga pengetahuan ini menjadi benteng keselamatan bagi gereja dan lingkungan sekitar,” ungkap Eka Andri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan materi teologi kebencanaan, kesiapsiagaan inklusif berbasis GEDSI, serta penyusunan SOP Kedaruratan. Pada hari kedua, peserta dilatih secara langsung oleh tim BPBD dan Damkar DKI Jakarta melalui simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi mandiri, serta latihan penanganan kedaruratan (Table Top Exercise & Fire Drill).
Melalui kolaborasi ini, GPIB Menara Iman membentuk Tim Siaga Rumah Ibadah yang inklusif dan siap menjadi garda terdepan dalam merespons ancaman bencana di wilayah Duren Sawit dan sekitarnya.