Respons Keluarga HFI Kontekstual dan Tanpa ‘delay’

Respons Keluarga HFI Kontekstual dan Tanpa ‘delay’

Jakarta, 19 Juni 2026, Ada sembilan lembaga anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yang per-hari ini 19 juni 2026 melakukan respon bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah dan Gorontalo yaitu Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, CARITAS-KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) Indonesia, Human Initiative (HI), Wahana Visi Indonesia (WVI), Rumah Zakat (RZ), BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI). Mereka telah bekerja sejak hari pertama dengan mengoptimalkan sumberdaya jejaring di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara yaitu MDMC Sulawesi Tengah, PSE CARITAS Manado, ADP WVI Palu, Rumah Zakat Palu, Rumah Zakat Gorontalo, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Tengah, AMCF Makassar dan Human Initiative Sulawesi Tengah. Keluarga HFI kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal, melakukan upaya awal kegiatan tanggap darurat berupa evakuasi, asesmen kebutuhan darurat, distribusi makanan siap saji, pelayanan kesehatan, pos Hangat, tempat pengungsian, ada pengerahan 71 orang untuk melakukan kegiatan respon tanggap darurat serta koordinasi dengan pemerintah daerah.

 

Widowati, Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia (HFI) menyatakan anggota HFI mengerahkan sumberdaya dan jejaring lokal di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan khususnya Sulawesi Tengah, dan Gorontalo sehingga waktu respon tidak ada jeda. Kecepatan waktu respon ini harapannya dapat memberikan pelayanan kemanusiaan kegiatan HFI lebih berdampak untuk para penyintas. Pengoptimalan sumberdaya lokal bagian kontribusi HFI mengembangkan ekosistem kemanusiaan Indonesia yang kontekstual. Respon gempa Sulawesi Tengah memanfaatkan jaringan HFI HUB Sulawesi Selatan yang telah dibentuk HFI pada tahun 2023.

 

Kebutuhan mendesak pada saat ini adalah, tenda, terpal, selimut, logistik makanan, perlengkapan bayi dan ibu hamil, paket kebersihan diri, air bersih, makanan siap saji, obat-obatan dan dukungan psikososial. Rencana keluarga HFI dalam respon gempa bumi Sulawesi Tengah dan Gorontalo dari 9 lembaga anggota untuk tiga bulan kedepan dengan alokasi anggaran per tanggal 19 Juni 2026 mencapai Rp.719.000.000,-. Kegiatan tanggap darurat adalah sebagai berikut:

 

  1. WVI: distribusi logistik non-makanan, paket hunian dan dukungan psikososial, dan monitoring pasca distribusi.
  2. Rumah Zakat di dua lokasi : Palu : Melakukan koordinasi dan asesmen, penyaluran makanan siap saji. Gorontalo : penyaluran paket kebersihan diri, tikar, air minum, makanan siap saji, dan sembako.
  3. CARITAS-KWI Indonesia: PSE CARITAS Manado koordinasi dengan tim palu untuk memperoleh informasi terkini.
  4. MDMC Sulawesi Tengah: Dapur Umum dan tempat pengungsian.
  5. DMC Dompet Dhuafa: asesmen kebutuhan darurat, evakuasi, dan Pos Hangat.
  6. BTB: Air bersih dan sanitasi, penyediaan makanan siap saji, dapur air, makanan pendamping, terpal, alas tidur, selimut, paket kebersihan diri, dan layanan kesehatan bersama Rumah Sehat Baznas.
  7. HI: mengirimkan tangki air bersih portabel dan jerigen lipat secara langsung ke posko halaman warga, terpal & logistik non-makanan, dan dukungan psikososial awal.
  8. AMCF: Penyaluran paket sembako, paket bayi, selimut, tikar, paket sekolah, perlengkapan toilet, terpal, paket makanan ringan, dukungan psikososial dan edukasi kebencanaan.
  9. YKMI : Penyediaan sarana dan prasarana sanitasi, penyaluran air bersih dan paket kebersihan diri.

Gempa bumi tektonik di Wilayah Sulawesi Tengah pada selasa, 16 Juni 2026, pukul 11.27 WITA berdampak pada 5 kabupaten kota yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Data analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo 6,7. Episenter gempa terletak di darat pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi 42 km Tenggara Palu dengan kedalaman dangkal 10 km dan sejumlah gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo bervariasi di sekitar titik episenter.

 

Berdasarkan data BNPB per tanggal 18 Juni 2026, dampak gempa mencatat 1 korban jiwa meninggal dunia,  6.458 jiwa terdampak, 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan. Kerugian materil juga teridentifikasi meliputi 1.456 unit rumah rusak ringan, 35 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, empat hotel, satu villa, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat.

 

Berikut ini adalah narahubung anggota HFI yang melaksanakan respon: 

No Lembaga Nama Nomor Kontak
1. MDMC Jasrin +62822-6444-0901
2. DMC Dompet Dhuafa Barqu +62813-8904-9006
3. Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa +62821-9935-9295
4. Caritas Indonesia Marselino +62822-9167-7101
5. Wahana Visi Indonesia Edi +62811-4506-496
6. YKMI Pater Swingly +62853-9415-9982
7. AMCF Muh. Yusri +62811-444-0461
8. BAZNAZ Tangap Bencana Taufik +62813-8640-7573
9. Human Initiative Jabal +6281354459255
10. Sekretariat HFI Marsin +6213-73386141

 

Humanitarian Forum Indonesia (HFI) akan terus memperbarui laporani secara berkala yang dapat dipantau melalui tautan ini. Sementara kumpulan laporan situasi anggota HFI dapat diakses di tautan ini.

Share: