JAKARTA – Humanitarian Forum Indonesia (HFI) mendukung rangkaian kegiatan Bakti Sosial yang diinisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melalui Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata semangat toleransi dan kolaborasi lintas agama di Indonesia.
Tahun ini, perayaan Nyepi tidak hanya difokuskan pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga pada aksi kemanusiaan yang menjangkau masyarakat luas. Sebagai bagian dari rangkaian menuju acara puncak, HFI diminta mendukung pelaksanaan bakti sosial yang dilaksanakan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh pada 25–26 Februari 2026.
Sebanyak 80 orang yang terdiri dari panitia dan relawan dari berbagai latar belakang agama terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Aksi kemanusiaan ini menyasar masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor yang membutuhkan pemulihan pascabencana. Kegiatan dipusatkan di Lanud Iskandar Muda dan meliputi pelayanan kesehatan serta distribusi bantuan kebutuhan pokok. Sebanyak 500 warga mendapatkan pelayanan kesehatan dalam kegiatan ini. Selain itu, disalurkan pula 750 paket sembako, 700 hijab, 700 pakaian anak-anak, 75 pakaian dewasa, serta 200 paket PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kit kepada masyarakat terdampak.
Direktur Eksekutif HFI menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan perwujudan nyata visi HFI dalam menjembatani nilai-nilai kemanusiaan lintas iman.
“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Panitia Nasional Nyepi 1948. Inisiatif ini membuktikan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas agama. Melalui kolaborasi ini, kita menunjukkan bahwa di saat saudara-saudara kita di Bali bersiap merayakan hari suci, mereka juga menaruh perhatian besar pada kesehatan saudara-saudara kita di Aceh. Inilah wajah asli Indonesia,” ujar Pimpinan HFI.
Pelaksanaan teknis kegiatan di lapangan dikawal oleh perwakilan HFI yang berbasis di Banda Aceh. Sinergi ini sekaligus mempertegas kemitraan lokal yang solid antar-lembaga kemanusiaan berbasis agama di bawah naungan HFI. Perwakilan HFI di Aceh menekankan pentingnya respons bersama dalam membantu masyarakat di daerah pascabencana. “Kesempatan untuk mewakili HFI dalam agenda Panitia Nasional Nyepi ini adalah sebuah kehormatan. Melaksanakan bakti sosial di Aceh, sebuah wilayah dengan identitas Islam yang kuat, untuk mendukung agenda hari besar saudara kita dari umat Hindu merupakan pesan perdamaian yang sangat kuat, sebagaimana tertuang dalam tema yang diusung oleh panitia pada kegiatan kali ini, ‘Vasudhaiva Kutumbakam’, yang berarti satu bumi, satu keluarga,” pungkas Turmizi Ali, perwakilan HFI.
“Kolaborasi lintas iman di Aceh menjadi bukti bahwa dalam menghadapi bencana, kita hadir sebagai satu keluarga besar Indonesia,” ujar Ketua Umum Panitia Dharmasanti Nasional 2026, Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana. Setelah rangkaian aksi sosial di Aceh tuntas dilaksanakan, seluruh kegiatan ini akan bermuara pada puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 melalui acara Dharmasanti Nasional (Simakrama Nasional).
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali. Sinergi antara Panitia Nasional Nyepi dan HFI ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak kesehatan yang signifikan bagi masyarakat Aceh, tetapi juga semakin memperkokoh kohesi sosial serta persaudaraan antar-umat beragama di seluruh penjuru negeri.