NUSA TENGGARA TIMUR – HFI melakukan Kajian Kebutuhan Bersama dalam respons bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Rangkaian kegiatan yang dilakukan Joint Needs Assessment (JNA) Kajian Kebutuhan Bersama meliputi peninjauan perangkat survei, pelatihan enumerator, pembagian tugas, pengambilan data, cleaning data, analisis dan advokasi hasil kajian. Kegiatan dimulai pada tanggal 20 Agustus 2026. Wido Wati, Direktur Eksekutif HFI menyatakan bahwa JNA dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap kebutuhan Masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya respons, selain itu JNA dapat menghindari overlapping pendataan, harapannya dalam proses JNA menghindari kelelahan Masyarakat terdampak karena ditanya berkali-kali untuk hal yang sama oleh lembaga/organisasi survei.
Kegiatan JNA ini dikoordinasikan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) dan didukung oleh 25 lembaga anggota HFI serta mitra jaringan. Assessment dilakukan secara serentak selama tiga hari 24-26 Agustus 2026 di tujuh kabupaten terdampak utama di Provinsi NTT. Wilayah assessment meliputi Kabupaten Manggarai: Kecamatan Ruteng, Rahong Utara, Cibal, dan Reok; Kabupaten Manggarai Barat: Kecamatan Lembor; Kabupaten Manggarai Timur: Kecamatan Lamba Leda Selatan, Lamba Leda Timur, Kota Komba Utara, dan Kota Komba; Kabupaten Ende: Kecamatan Maukaro, Wewaria, Ende, Nangapanda, dan Maurole; Kabupaten Nagekeo: Kecamatan Aesesa, Nangaroro, Boawae, dan Wolowae; Kabupaten Ngada: Kecamatan Riung, Bajawa Utara, Aimere, dan Golewa Selatan; dan Kabupaten Sikka.
Lima sektor kajian JNA; air dan sanitasi, hunian & perlengkapan rumah, pangan & nutrisi, kesehatan dan akses pasar. Hasil pendataan JNA bertujuan mengidentifikasi kebutuhan prioritas, tingkat kerentanan, dan peta lokasi yang paling membutuhkan bantuan. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penetapan skala bantuan, alokasi sumber daya yang efektif, mencegah duplikasi bantuan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan kelompok rentan –perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil – terakomodasi dengan baik.
Lembaga yang berkomitmen dalam pergerakan pendataan adalah anggota HFI dan jejaring IHCP: MDMC, Wahana Visi Indonesia, Caritas Indonesia, Dompet Dhuafa, YAKKUM Emergency Unit (YEU), Human Initiative, Rumah Zakat, YKMI, LPBI NU, DT Peduli, ADRA Indonesia, GMIT/Biro PRB PGI, Save The Children, Pena Bulu, PMK, Yayasan CIS Timor Indonesia, WLHL, PAPHA Indonesia, ASPPUK, APAD Indonesia, AYO Indonesia, Yayasan ActSEA, Islamic Relief Indonesia, Yayasan Nusa Lestari Hijau, dan FREN.